Jumat, 04 Mei 2012

MAKALAH PERDAGANGAN INTERNASIONAL


PERDAGANGAN INTERNASIONAL

·         Pengertian Perdagangan Internasional
Secara umum, perdagangan internasional dapat diartikan sebagai hubungan tukar menukar barang atau jasa yang saling menguntungkan antara satu negara dengan negara yang lain.
Dalam ilmu ekonomi, ada dua teori tentang perdagangan internasional, yaitu teori keunggulan mutlak dan keunggulan komparatif.
a. Teori keunggulan mutlak, teori ini dikemukakan oleh Adam Smith.
Menurutnya, suatu negara dapat disebut memiliki keunggulan mutlak dari negara lain jika negara tersebut memproduksi barang atau jasa yang tidak dapat diproduksi oleh negara lain;
b. Teori keunggulan komparatif, teori ini dikemukakan oleh David Ricardo.
Menurut teori Ricardo, perdagangan internasional terjadi bila perdagangan keunggulan komparatif antarnegara. Ia berpendapat bahwa keunggulan komparatif akan tercapai jika suatu Negara mampu memproduksi barang dan jasa lebih banyak dengan biaya yang lebih murah daripada Negara lainnya.
Dalam teori keunggulan komparatif suatu bangsa dapat meningkatkan standar kehidupan dan pendapatannya jika Negara tersebut melakukan spesialisasi produksi, barang atau jasa yang memiliki produktifitas dan efisiensi tinggi.
·         Alasan Perdagangan Internasional
Suatu negara melakukan perdagangan internasional karena dua alasan utama yang maisng-masing menyumbangkan keuntungan perdagangan bagi mereka. Alasan pertama, negara-negara berdagang karena setiap negara berbeda satu sama lain. Bangsa-bangsa, sebagaimana individu dapat memperoleh keuntungan dari perbedaan-perbedan mereka melalui suatu pengaturan dimana setiap pihak melakukan sesuatu dengan relatif baik. Alasan kedua, negara-negara berdagang satu sama lain dengan tujuan mencapai skala ekonomis dalam produksi, maksudnya jika setiap negara menghasilkan sejumlah barang tertentu maka mereka dapat menghasilkan barang-barang tersebut dengan skala yang lebih besar dan karenanya lebih efisien dibandingkan jika negara tersebut mencoba untuk memproduksi segala jenis barang. Motif inilah dalam dunia nyata merupakan cerminan interaksi perdagangan internasional.



·         Manfaat Perdagangan Internasional
Menurut Sadono Sukirno, manfaat perdagangan internasional adalah sebagai berikut;
1. Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi dalam negeri.
Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil produksi  disetiap negara. Faktor-faktor tersebut diantaranya : kondisi geografi, iklim, tingkat penguasaan iptek dan lain-lain. Dengan adanya perdagangan internasional, setiap negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.
2. Memperoleh keuntungan dari spesialisasi.
Sebab utama kegiatan perdagangan luar negeri adalh untuk memperoleh keuntungan yang diwujudkan oleh spesialisasi. Walaupun suatu negara dapat memproduksi suatu barang yang sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain, tapi ada kalanya lebih baik apabila negara tersebut mengimpor barang tersebut dari luar negeri.
3. Memperluas Pasar
Terkadang, para pengusaha tidak menjalankan mesin alat produksinya dengan maksimal karena mereka khawatir akan terjadi kelebihan produksi, yang mengakibatkan turunnya harga produk mereka. Dengan adanya perdagangan internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal, dan menjual kelebihan produk tersebut keluar negeri, sehingga dapat dicapai optimalisasi dalam penggunaan faktor produksi.
4. Transfer teknologi moderen.
Perdagangan luar negeri memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi ysng lebih efisien dan cara-cara manajemen yang lebih moderen.


Kebijakan internasional Negara Rusia :

Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia di Indonesia
Tugas dan Fungsi

Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia di Indonesia adalah badan negara Rusia yang mendorong perkembangan perdagangan dan kerjasama economi. Perwakilan Perdagangan yang terintegrasi dengan Kedutaan Besar Federasi Rusia untuk Indonesia ), mewakili kepada Kementerian Perkembangkan Ekonomi dan Perdagangan Federasi Rusia, yang dipimpin oleh Menteri Perekonomian dan Perdagangan   Rusia, German O. GREF
Perwakilan Perdagangan berfungsi yang sebagai berikut:
1.      Membantu perkembangan hubungan ekonomi antara Rusia dan Indonesia, mendorong perbaikan structur perdagangan, melakukan kebijakan ekonomi efektif Rusia di Indonesia;
2.      Melindungi   kepetingan ekonomi partisipan Rusia  dan membantu kepada mereka melakukan kegiatannya ekonomi   luar;
3.      Mengadakan pengawasan pelaksanaan persutujuan-persetujuan bilateral antara Russia dan Indonesia atas  soal-soal hubungan ekonomi luar;
4.      Mempelajari situasi umum ekonomi   di Indonesia, pasar barang, jasa   dan dasar  hukum di bidang ekonomi dan ekologi  Indonesia;
5.      Memberi informasi kepada lembaga-lembaga Indonesia tentang situasi ekonomi, sosial, ekologi dan keadaan komersil di Rusia, sama hukum ekonomi Rusia;
6.      Ikut serta  dalam rapat Komisi bersama di bidang kerjasama perdagangan, ekonomi dan tehnologi anatara kedua negara, dan juga dalam sidang organisasi ekonomi internasional dan kerjanya;
7.      mempelajari sistem sertifikasi di Indonesia, pemakaian standards internasional manajemen mutu;
8.      membantu penyelenggaraan pameran dagang dan industri Rusia dan pengikut serta  kompani Rusia dalam pameran dan Pekan Raya di kawasan Indonesia; mengundang kompani   Indonesia untuk mengikutkan serta dalam pameran dan Pekan Raya di kawasan Rusia.
9.      Memberi bantuan   informasi, konsultasi, organisasi  kepada perusahaan Rusia   dalam pemasukan  ke pasar   Indonesia;


Teori Keunggulan Komparatif (theory of comparative advantage)
Merupakan teori yang dikemukakan oleh David Ricardo. Menurutnya, perdagangan internasional terjadi bila ada perbedaan keunggulan komparatif antarnegara. Ia berpendapat bahwa keunggulan komparatif akan tercapai jika suatu negara mampu memproduksi barang dan jasa lebih banyak dengan biaya yang lebih murah daripada negara lainnya. Sebagai contoh, Indonesia dan Malaysia sama-sama memproduksi kopi dan timah. Indonesia mampu memproduksi kopi secara efisien dan dengan biaya yang murah, tetapi tidak mampu memproduksi timah secara efisien dan murah. Sebaliknya, Malaysia mampu dalam memproduksi timah secara efisien dan dengan biaya yang murah, tetapi tidak mampu memproduksi kopi secara efisien dan murah. Dengan demikian, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi kopi dan Malaysia memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi timah. Perdagangan akan saling menguntungkan jika kedua negara bersedia bertukar kopi dan timah.
Dalam teori keunggulan komparatif, suatu bangsa dapat meningkatkan standar kehidupan dan pendapatannya jika negara tersebut melakukan spesialisasi produksi barang atau jasa yang memiliki produktivitas dan efisiensi tinggi.



REFERENSI


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar